RASA
ATAS SEGALA RASA
Hai para
pujangga cinta
Selamat
siang...
Bagaimana kabar
kalian hari ini ?
Pastinya
baik-baik saja, mudah-mudahan saja seperti itu.
Tapi, berbeda
dengan keadaan ku saat ini.
Entah kenapa
dan bagaimana perasaanku saat ini.
Apalah arti
cinta ini ?
Jika tak ada
bumbu-bumbu racikan kerinduan
Apalah arti
cinta ini ?
Jika tak ada
bumbu pengertian.
Apalah arti
rasa ini ?
Jika tak ada
bumbu kasih sayang.
Apalah arti
rasa ini ?
Jika tak ada
rasa semua itu.
Apalah arti
cinta jika tak ada bumbu racikannya?
Kemana semua
hilang ?
Musnah tanpa
ada jejak sama sekali.
Ketahuilah
pujangga cinta,
Semua itu
sangat penting.
Itulah
manisnya.
Itulah letak
harumnya cinta.
Cinta, cinta,
cinta
Kata-kata itu
selalu muncul dalam benakku.
Bagaimana aku
bisa merasakannya dengan nikmat, jika
bumbu itu tak bisa diracik dengan sempurna?
Ketahuilah...
Rasa ini haus
akan nikmatnya racikan bumbu-bumbu cinta.
Rasa ini haus
akan segarnya lautan kerinduan.
Rasa ini lapar
akan kelezatan kasih sayang.
Ketahuilah....
Rasa ini terus
mengalir,
Mengalir deras
dalam tubuh ini.
Menuju hati
yang penuh dengan luka.
Terus mengalir
menuju bagian-bagian tubuh.
Mengalir deras
seperti air yang mengalir di sungai.
Ketahuilah...
Mata ini tak
mampu membendung air yang kian meninggi.
Bendungan ini
kian memuntahkan isinya.
Air ini terus
mengalir.
Mengalir deras
membasahi wajah ini.
Terus mengalir
melewati rongga-rongga hidung.
Terus mengalir
melewati bibir mungil ini.
Ketahuilah....
Tubuh ini sudah
lelah..
Pikiran ini
juga sudah lelah...
Dan...perasaan
ini juga sudah lelah...
Ketahuilah...
Mata dan hati
ini sudah lelah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar