Senin, 30 November 2015



RASA ATAS SEGALA RASA

Hai para pujangga cinta
Selamat siang...
Bagaimana kabar kalian hari ini ?
Pastinya baik-baik saja, mudah-mudahan saja seperti itu.
Tapi, berbeda dengan keadaan ku saat ini.
Entah kenapa dan bagaimana perasaanku saat ini.
Apalah arti cinta ini ?
Jika tak ada bumbu-bumbu racikan kerinduan
Apalah arti cinta ini ?
Jika tak ada bumbu pengertian.
Apalah arti rasa ini ?
Jika tak ada bumbu kasih sayang.
Apalah arti rasa ini ?
Jika tak ada rasa semua itu.
Apalah arti cinta jika tak ada bumbu racikannya?
Kemana semua hilang ?
Musnah tanpa ada jejak sama sekali.
Ketahuilah pujangga cinta,
Semua itu sangat penting.
Itulah manisnya.
Itulah letak harumnya cinta.
Cinta, cinta, cinta
Kata-kata itu selalu muncul dalam benakku.
Bagaimana aku bisa merasakannya dengan  nikmat, jika bumbu itu tak bisa diracik dengan sempurna?
Ketahuilah...
Rasa ini haus akan nikmatnya racikan bumbu-bumbu cinta.
Rasa ini haus akan segarnya lautan kerinduan.
Rasa ini lapar akan kelezatan kasih sayang.
Ketahuilah....
Rasa ini terus mengalir,
Mengalir deras dalam tubuh ini.
Menuju hati yang penuh dengan luka.
Terus mengalir menuju bagian-bagian tubuh.
Mengalir deras seperti air yang mengalir di sungai.
Ketahuilah...
Mata ini tak mampu membendung air yang kian meninggi.
Bendungan ini kian memuntahkan isinya.
Air ini terus mengalir.
Mengalir deras membasahi wajah ini.
Terus mengalir melewati rongga-rongga hidung.
Terus mengalir melewati bibir mungil ini.
Ketahuilah....
Tubuh ini sudah lelah..
Pikiran ini juga sudah lelah...
Dan...perasaan ini juga sudah lelah...
Ketahuilah...
Mata dan hati ini sudah lelah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar