Senin, 30 November 2015




APA ARTI CINTA

Dicintai itu sulit.
Apalagi mencintai.
Itu jauh lebih sulit.
Cinta dayang begitu saja.
Tanpa mengetuk pintu dahulu.
Tanpa salam.
Tanpa basa-basi.
Menyelinap masuk samapi relung hati yang paling dalam.
Membiarkannya terus menyebar melewati aliran darah.
Terus menyebar sampai sekujur tubuh merasakannya.
Pikiran yang selalu terbayang-bayang akan sosoknya.
Mata yang tertutup mengingat pertemuan yang lalu.
Bibir yang selalu tersenyum manis.
Telinga yang tak pernah absen untuk mencari tahu tentangnya.
Mendengar kisahnya dari orang lain.
Tangan yang tak pernah berhenti merangkai kata-kata cinta untuknya.
Hati yang mengukir namanya dalam relung hati yang paling dalam.
Bagaikan akar di dalam tanaman.
Indah nian, saat cinta datang menyapa.
Mengabarkan pada dunia, “cinta tak akan pernah bisa di beli oleh apapun”
Cinta tak akan pernah bisa tergantikan meskipun ditukark dengan berlian seklaipun.
Cinta iya seperti ini.
Tetap setia meskipun tersakiti.
Tetap memaafkan meskipun dikhianati.
Tetap peduli meskipun dicueki.
Tetap memberi meski ditolak.
Tetap perhatian meski diabaikan.
Tetap mencintai meskipun tidak dianggap.
Iya, itulah cinta.
Memberikan pengorbanan meski tak pernah ada anggapan.
Karna cinta mengajari untuk menjadai pribadi penyabar, ikhlas, dan tak pernah meminta BALASAN apapun itu.
Karna cinta tumbuh dari akar yang suci.
Cinta itu memberi bukan meminta.
Percayalah, cinta yang suci itu datang dari hati yang suci juga.



RASA ATAS SEGALA RASA

Hai para pujangga cinta
Selamat siang...
Bagaimana kabar kalian hari ini ?
Pastinya baik-baik saja, mudah-mudahan saja seperti itu.
Tapi, berbeda dengan keadaan ku saat ini.
Entah kenapa dan bagaimana perasaanku saat ini.
Apalah arti cinta ini ?
Jika tak ada bumbu-bumbu racikan kerinduan
Apalah arti cinta ini ?
Jika tak ada bumbu pengertian.
Apalah arti rasa ini ?
Jika tak ada bumbu kasih sayang.
Apalah arti rasa ini ?
Jika tak ada rasa semua itu.
Apalah arti cinta jika tak ada bumbu racikannya?
Kemana semua hilang ?
Musnah tanpa ada jejak sama sekali.
Ketahuilah pujangga cinta,
Semua itu sangat penting.
Itulah manisnya.
Itulah letak harumnya cinta.
Cinta, cinta, cinta
Kata-kata itu selalu muncul dalam benakku.
Bagaimana aku bisa merasakannya dengan  nikmat, jika bumbu itu tak bisa diracik dengan sempurna?
Ketahuilah...
Rasa ini haus akan nikmatnya racikan bumbu-bumbu cinta.
Rasa ini haus akan segarnya lautan kerinduan.
Rasa ini lapar akan kelezatan kasih sayang.
Ketahuilah....
Rasa ini terus mengalir,
Mengalir deras dalam tubuh ini.
Menuju hati yang penuh dengan luka.
Terus mengalir menuju bagian-bagian tubuh.
Mengalir deras seperti air yang mengalir di sungai.
Ketahuilah...
Mata ini tak mampu membendung air yang kian meninggi.
Bendungan ini kian memuntahkan isinya.
Air ini terus mengalir.
Mengalir deras membasahi wajah ini.
Terus mengalir melewati rongga-rongga hidung.
Terus mengalir melewati bibir mungil ini.
Ketahuilah....
Tubuh ini sudah lelah..
Pikiran ini juga sudah lelah...
Dan...perasaan ini juga sudah lelah...
Ketahuilah...
Mata dan hati ini sudah lelah...



Selamat malam pujangga cinta.
Salam satu hati.
Satu rindu.
Satu cinta.
Dan satu jiwa.
Berkabar cinta dan melahirkan rindu.
Berbuah kasih sayang.
Menusuk relung hati yang dalam.
Mengukir tinta-tinta hati dengan warna-warna cinta.
Berwarna merah.
Melukis gambar hati.

Selasa, 06 November 2012

jatuh cinta

Ya Allah, Aku Jatuh Cintasalimg mencintailah hanya karna allah
saling menyayangilah hanya karna allah
saling membahagiakanlah hanya karna allah
hanya karna allah
karna hanya allah lah yang dapat menimbulkan 
rasa cinta ,kasih sayang , 
dan kebahagian tersebut